kadang nafas yang ku hembus adalah angan..
membayangkan tangan kita selalu terikat..
aku ini bodoh..
mengenalmu saja, bagaikan melihat kembang api di pasar malam
indah dan berwarna..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
kembang api yang selau bisa aku lihat..
menghiasi langit malam dengan warna..
itu adalah kamu...
satu dari ribuan orang dipasar malam..
yang kagum atas keindahan mu..
dan itu adalah aku..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
ini adalah tarianku..
hanya aku dan sang hati yang tau..
Jumat, 21 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jumat, 21 Agustus 2009
Kembang Api di Pasar Malam
kadang nafas yang ku hembus adalah angan..
membayangkan tangan kita selalu terikat..
aku ini bodoh..
mengenalmu saja, bagaikan melihat kembang api di pasar malam
indah dan berwarna..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
kembang api yang selau bisa aku lihat..
menghiasi langit malam dengan warna..
itu adalah kamu...
satu dari ribuan orang dipasar malam..
yang kagum atas keindahan mu..
dan itu adalah aku..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
ini adalah tarianku..
hanya aku dan sang hati yang tau..
membayangkan tangan kita selalu terikat..
aku ini bodoh..
mengenalmu saja, bagaikan melihat kembang api di pasar malam
indah dan berwarna..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
kembang api yang selau bisa aku lihat..
menghiasi langit malam dengan warna..
itu adalah kamu...
satu dari ribuan orang dipasar malam..
yang kagum atas keindahan mu..
dan itu adalah aku..
saat ini..
cukup bagiku untuk itu..
ini adalah tarianku..
hanya aku dan sang hati yang tau..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar