Selasa, 25 Agustus 2009

Kudanil Terbang dan Negeri di Atas Awan

Nona berlari dan terus berlari, dari satu tempat ke tempat lain, hingga ia tak tahu sekarang ada dimana. Nona terlihat lelah sekali, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat itu, kemudian duduk di sebuah ayunan yang tergantung disebuah pohon. Nona mulai berayun, hingga dia bisa meresapi belaian angin yang sejuk membelai tubuhnya, rambutnya yang tergerai panjang pun mengikuti arah angin seperti air yang mengikuti aliran sungai, indah sekali menyerupai benang sutra hitam legam yang lembut dan bercahaya.


Sang Nona berayun manis menghadap ke arah barat, saat ini matahari tepat berada di atas kepalanya, untungnya sang pohon dengan senang hati meneduhinya di bawah daun-daun dan ranting-rantingnya yang lebat. Nona memejamkan mata kemudian dia berfikir, lalu berkata dalam hati,

"Saat ini aku ingin melukis! aku sangat ingin melukis! Hasrat ku untuk melukis sudah tak terbendung lagi!".

Kemudian dia melukis dalam imajinasinya, sekotak pensil warna dan beberapa cat warna tiba-tiba muncul seketika. Tapi kemudian dia kembali berkata,

"Aku butuh kuas dan penghapus juga beberapa permen lolipop."

Ajaib, apa yang dia inginkan pasti terkabul, satu per satu kuas, penghapus, dan beberapa permen lolipop pun bermunculan. Kalimat yang Nona ucapkan seperti sihir, yang mengabulkan keinginannya. Nona menggoreskan kuas pada kanvas imajinernya, dimulai dengan warna merah dan ungu kemudian putih lalu warna hijau, kuning dan biru, hingga terlihat seperti campuran warna pelangi, kemudian Nona membuka bungkus permen lolipop kemudian mengemutnya. Nona kelihatan asyik sekali dia pun sibuk dengan lukisannya, sesekali Nona mengemut permen lolipop yang dia pegang di tangan sebelah kirinya.

Beberapa lama kemudian, lukisan itu telah selesai dibuat. Lukisan yang indah, dan lucu, entah apa yang Nona pikirkan dia membuat seekor KUDANIL! Kudanil yang cantik, berwarna merah jambu keungu-unguan, kudanil itu mempunyai sepasang sayap yang sangat indah sekali, sayapnya bisa berubah warna setiap saat, indah sekali berkilauan bagai permata.
Nona terlihat senang, dia berkata

"Aku ingin Kudanil ini nyata!"

Tiba-tiba angin kencang berhembus, awan terang berganti gelap, kanvas yang ada di depan Nona terbang terbawa angin hingga tak terlihat lagi dari pandangan dan sekejap semuanya kembali tenang. Nona sedih, karena kanvas dengan gambar kudanil yang tadi dia lukis hilang terbawa angin kencang tadi.

Nona mulai menangis, dia menangis sambil mengemut permen lolipopnya. Ketika Nona sedang sibuk menangis, terdengar suara berisik dari semak-semak di belakang pohon "Krusuk krasak". Nona pun mulai mengecilkan suara tangisnya, perhatiannya teralih oleh sesuatu di semak-semak belakang pohon. Masih tersedu sedan Nona beranjak dari ayunan, kemudian melangkah menuju semak-semak di belakang pohon. Saat dia mulai mendekat, seekor kudanil keluar dari semak-semak itu. Itu adalah kudanil yang dilukis Nona tadi, masih terasa sekali bau cat basah. Nona terkejut melihat kudanil itu, dia benar-benar nyata, dia mempunyai sepasang sayap, warnanya pun sama persis dengan apa yang Nona gambar. Kemudian kudanil itu mendekat ke arah Nona, membelai pipi nona dengan lidahnya. Nona pun mulai berbalik membelai kudanil dengan tangannya. Mereka terlihat senang sekali, Nona kemudian berkata,

"Aku beri nama kamu DOLALI."

Kudanil pun terlihat menyukai nama itu, dia berjingkrak jingkrak kegirangan. Nona tertawa melihat tingkah Dolali, dan mereka menari bersama.

Dolali membawa nona terbang ke angkasa. Mereka terbang bersama sekumpulan burung bangau. Lalu terbang lebih tinggi lagi, Nona kagum sekali, entah akan dibawa kemana dia, yang pasti saat itu hati Nona senang sekali.

Hingga mereka tiba di sebuah tempat, menakjubkan sekali Nona tidak bisa berkata apa-apa selain memuji keindahan tempat itu. Sambil mengemut permen lolipopnya Nona turun dari tubuh Dolali.

Tempat itu beralaskan awan, lembut sekali hingga Nona melepaskan alas kakinya. Disana terdapat pepohonan, burung-burung berkicau riang, bunga-bunga yang indah, juga sungai yang jernih berkilauan. Nona berlari kesana kemari, bermain bersama Dolali. Mereka tertawa, menari, melompat dan menceburkan diri di sungai .Kemudian memetik bunga, dan menaburkan benihnya kembali. Pelangi terasa dekat sekali. Inilah yang disebut negri diatas awan. Disana pun terdapat ayunan yang tergantung di sebuah pohon besar yang teduh. Nona mendekat menuju ayunan itu, kemudian duduk dan berayun. Dia bisa melihat Dolali asyik bermain yang tidak jauh dari pandangannya.

Nona bahagia sekali, hatinya senang tak terkira. Dia berayun dan berayun, dan mulai memejamkan matanya sampai ia tertidur.

Setelah beberapa lama Nona membuka kembali matanya, perlahan-lahan. Nona terbangun dari tidurnya, dia lihat sekelilingnya semuanya nampak seperti biasa tidak ada negri di atas awan. Nona pun berkata,

"Oh, ternyata tadi hanya mimpi."

Sore itu nona berayun menghadap ke barat, sore itu indah walau hanya mimpi. Matahari tenggelam dengan cantiknya.

Lalu Nona berjalan menuju peristirahatan berikutnya. Ada sesuatu yang terganjal dalam mulutnya, dan Nona sadar dia sedang mengemut permen lolipop. Nona pun tersenyum mulai melangkah dengan gembira. Nona sadar, mimpi dan kenyataan itu hanya berbeda tipis. Semuanya itu sekarang adalah tugas Nona, menjadikan mimpi menjadi kenyataan.

Kini Nona berjalan, bukan berlari..
Minggu, 23 Agustus 2009

Bola Musik Kristal

Di musim panas yang sejuk, Pria masih setia menunggu Gadis, seperti pelangi yang selalu setia menunggu hujan reda. Di bukit kasih, bukit Harumanis. Pria duduk di bawah pohon besar, beralaskan rumput hijau yang segar, bersiul-siul dengan hati senang. Sesekali angin dengan lembut membelai tubuhnya, seolah ingin membawanya terbang.

Burung-burung berkicau riang, bernyanyi lagu kebahagian. Matahari pun tak henti-hentinya memberi senyuman, di temani awan-awan yang menari-nari dilangit biru di atas sana.

Dari kejauhan terlihat seorang yang cantik, memakai baju putih dan rok biru yang indah, melambai ke arah Pria, ya dia Gadis. Gadis pun segera berlari mendekat menuju Pria. Terlihat raut wajah gembira dari dua insan yang sedang dilanda asmara. Gadis langsung memeluk Pria, melepas kerinduan yang sudah tertahan beberapa lama. Kemuadian mereka bertukar cerita, bercanda dan kadang tertawa geli. Mereka berbaring di atas rumput, diteduhi sang pohon besar yang indah, memandang ke atas langit, berimajinasi dengan awan-awan diatas sana, sambil bernyanyi sebuah lagu dengan riang gembira,

".. ku buka buku hijau itu
Penuh warna seperti pelangi
Berwarna- warni seperti permen gulali.."

Mereka menyanyikan lagu itu berulang-ulang, hingga langit kian keemasan. Mereka mulai duduk lagi dan berdiri, karena hari sudah sore dan saatnya untuk pulang. Saat mereka melangkah untuk pulang, Pria tiba-tiba berkata "Tunggu sebentar."

Sesaat Pria meninggalkan Gadis. Pria berjalan ke balik pohon, kemudian kembali membawa kotak. Dengan tenang, Pria menatap mata Gadis, tersenyum dan memberikan kotak yang dia bawa dari balik pohon tadi.

Kotak persegi yang indah, terbungkus kertas cokelat bermotif beruang-beruah kecil nan lucu, dihiasi sebuah pita merah diatasnya. Perlahan Gadis membuka kotak persegi itu dan seketika itu pula terpantul cahaya matahari sore dari dalamnya. Gadis terkejut, senang dan terlihat bahagia. Gadis mengeluarkan isi dari kotak persegi itu, sebuah bola musik kristal yang cantik. Alasnya berwarna merah muda, didalamnya terdapat sepasang boneka yang lucu sedang menaiki sebuah perahu kecil.

Pria pun tersenyum senang karena Gadis senang dengan hadiah yang Pria berikan. Kemudian Gadis memutar sebuah kunci, yang terletak di bawah bola musik kristal itu. Terlantunlah sebuah nada dari bola musik kristal itu, indah sekali. Sambil menggenggam bola musik kristal itu Gadis memeluk Pria dan Gadis berkata " Terima kasih." Pria pun balik berbisik dengan lembut di telinga Gadis..

"Suatu saat nanti, aku akan membawa kamu berlayar..."

Musim panas yang sejuk dan sore keemasan itu selalu ada dihati.


Sabtu, 22 Agustus 2009

1000 Lilin

1000 lilin menerangi sang malam
dalam gelap yang bercahaya..

aku berjalan menyusuri sang waktu..

dunia ini tampak ramai bukan?

jauh disela hati terkecil

aku terbunuh sepi!

Melayang di udara..

mengikuti angin.
.
entah akan kemana di bawanya pergi


1000 lilin menerangi sang malam

aku sampai di kota kenangan

buka berarti berhenti berpetualang

hanya sejenak befikir..
meminta sang waktu berhenti

5 detik saja!

untuk bilang..

"1000 lilin tidak pernah padam"



Jumat, 21 Agustus 2009

Kisah Lama Menuju Petualangan Berikutnya..

Denger lagu KOC yang misread jadi inget lagi anak-anak. hiks hiks! pada kemana sih lo semua??!!! Kayaknya dulu waktu sekolah kita ketemu tiap hari, apalagi sama si beler.
Beler, gue cuma mau bilang, gue sayang sama lo, walaupun lo tuh suka nyebelin hiks, gue baru sadar aja, kalo gak ada lagi yang nyamper ke rumah pagi-pagi buta, ga ada yang namanya lepas sepatu sebelah gara-gara terlambat (eh lo nyampernya ga pagi-pagi buta, kalo pagi-pagi ngapain juga kita telat tiap hari). ampe pak fatur sama pak awan bosen ngeliat muka kita ahhahahhah.
Sahabat-sahabat gue tersayang juga Meta, Criz
tyn, Zea hiks.
Meta sumpah deh ga ada orang yang tulalit dan lemotnya selangit kayak lo, cuma lo aja yg gue temuin didunia ini orang kayak gitu, yang bikin si cabul sam rifky berantem gara-gara ke lemotan lo taa hahahahahaaah.
Criz ya ampunn, lo pasti juga kagen sama berantem-berantem kita kan? ga ada yang debatnya sejago lo deh beneran, oia tin lo ditanyain MAMI KANTIN! Lo belum bayar nasi uduk 3000, sama tempe, hahahah, trus sama es si JAWA kurang 500 parah lo kabur-kabur aja. ahhaahah
Kalo lo mau ngaduin cemprengan mana TOA karang taruna, sama ocehannya Zea, gue pegang Zea, karena sekali dia ngomong dari Sabang sampe Merauke pun bisa ngedenger suaranyaaa. menggelegarrrrrr.
GAk ada yang bolak balik masuk BP lagi, ga ada yang nangis-nangis putus sama si ancruuttt hahahhaha, ga ada berantem-berantem lagi, ga ada ngutang-ngutang ke kantin, ga ada dance sekolah, ga ada cabut-cabutan nyelip2 di pager buat kaburr trus ketauan si babe. ahhhhhhhhhhhhh

Trus sahabat-sahabat gue tersayang, adek kelas gue terkonyol Tary, Abat, Farah, Sefty. kangennnnnnn kangen sama kaliann, kangen ama project bikin mading, hahahhaha. Inget gak kita berkali-kali masuk 3 besar mading.
Apalagi prosesnyaa hahahah bikin cape, t
api menyenangkan, dari brantem ama pengemis di Taman Menteng, trus mau di banting tuh kamera, gue ditamparin sama tuh ibu-ibu. trus dikejar-kejar satpol pp gara-gara dikerjain sama polisi sial itu di bunderan HI.
Tary, bener yaa lo tuh tiada taraa, lemotnya,
dia begooo banget tapi kalo urusan ribut, dia nomor 1 hahahahhaha, jagoo ngedancenya dan yg spektakuler karena dia punya ade cewe yg gayanya kaya cinta laura. ahahahhaha rumahnya yang jadi tempat nongkrong anak2 kangen. Abat yang selalu semangat kabuur jalan-jalan, hahahha karena nyokapnya yang gallaaakkkkk, dan sering main kucing-kucingan.
Farah, cuma satu kalimat yang pengen gue ucapin buat dia "Kita sayang lo selalu, mau jadi apapun lo!" :)
Sefty yang kurang lebih sama kayak meta tapi kerjaannya patah hai mulu hhi, semangat yaa dapetin anak IKJ itu grrrr hahahahahha.
Kangennnnn bgggttttttttttttttt.


Kangen tiada tara sama sahabat-sahabat gue yang lain, Vicky, buku beb!. Vico, "ayo-ayo patungan bensin ayooooo!" Dirman, ya ampun lo tuh ga tergantikan man, lo tuh emang aming gue forever.hhi Rian, Theo, Ucup, haru, ardi, imam, dede, otem, ari, dani, arif, agung, hery, angga. GPK (gerakan pengacau kelas). hahahhaah

ga ada lagi ngumpet di loteng gara-gara razia rambut, ga ada lagi kabur-kaburan. ga ada main bola, basket, ga ada IPA yang kompak bgt kayak kita hiks. gue bersyukur banget, karena dikasih masa-masa menyenangkan seperti itu. Gak makan yang penting kumpul. Berantem, nangis, ketawa, nabrak mobil orang, demo rame-rame, jalan jongkok 2 jam pelajaran olah raga, ga ngerjain PR, ga ada mading, ga ada danceyang sok aseek aja padahal mah ga bisa, cuma ngeramein pensi aja, ga ada ribut sama satu organisasi di sekolah sampe bawa-bawa polisi, ga ada banjir lagi di sekolah ahhahahahha.

kangen banget sama masa itu hmmm ini bagian terkecil dari hidup tapi ini berarti. Petualangan di masa depan masih menunggu, semua masih jadi misteri, masih banyak halaman-halaman yang kosong buat diisi.

*deby untuk kalian semua :D

MOS 4 Tahun Lalu..

Kalau ngomongin masa SMA gak akan pernah abisnya, tapi itu yang pengen gue tulis hari ini. Kisah gue waktu SMA dulu hahhaahah (gaya lo deb, baru keluar tahun lalu aja). Heemmmm dari pertama MOS nan sial itu tapi menyenangkan, gue ketemu sama sahabat gue tersayang, tercantik, tertulalit sepanjang masa MARLINA IRDAYANTI dan sama akhirnya gue biasa panggil dia BELER, karena..... hahahah ga usa di ceritakan lah, nanti orangnya ngamuk-ngamuk grrrr.

Waktu pertama kali masuk, rambut gue cepak hahahhaaha, ya panjangnya kira-kira sekitar 3cm. Biasalah, namanya MOS pasti kita dikerjain suruh bawa ini bawa itu yang lebih banyak gak gunanya pada saat di bawa nantinya, trus parahnya ga diliat sama sekali hasil karya kitaa, OH SENIOR kalo kata RHOMA IRAMA TERLALUUU!!!

Hari pertama MOS, orang-orang ngeliatin gue, sampe akhirnya ada seorang senior datang ngehampirin gue dan nanya "Lo cewek apa cowok sih?" hahahahha adoohhh tuh orang buta apa katarak sih (maap) jelas-jelas gue pake rok! iya sih gue pikir gue susah dibedakan karena "depan" dan "belakang" rata hahahahaha gak kayak penyanyi dangdut yang bahenoollll, bikin sirik aja ahahahahhaha. Hari itu semua siswi wajib dikuncir dua trus pake pita warna merah, tapi gue gak karena kan rambut gue cepak bohai aduhai sylallaalalla. Tiba-tiba seorang senior cewek dateng lagi ngehampirin gue sambil marah-marah, di bilang "Kenapa gak pake pita? Kan kemaren udah di jelasin! hukaman buat lo besok dikuncir 4 pake pita juga!" OHHHHHHHH emang kadang-kadang tuh senior stress yaa, kebanyakan marah-marah ga jelas. Dari pertanyaan pertama yang di tanya ke gue aja udah bikin gue ngerasa mikir "Tu orang ga liat apa rambut gue!" helllooo gimana caranyaa nguncir rambut secepak ini.

Sampe akhirnya besok, mau gak mau gue pake kunciran yang cuma asal nemplok aja. Alhasil sampe gue lulus dan ketemu senior-senior gue nan lucu. Gue dijuluki SI BOTAK BERPITA MERAH grrrr. hhahhahhaah tapi waktu kelas 3 gue sempet panjang sekitar sepundakk, tapi dasar males punya rambut panjan, akhirnya dipotong lagi deh. hhahahaha

dia..

Malam itu, seperti biasa aku duduk di dekat jendela kamarku. Memandang ke atas dan berkata ini adalah duniaku. Bulan dan bintang layaknya hiasan yang melengkapi langit malam itu. angin meniup helaian rambutku, seperti nafas seorang adam. Aku selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada alam.
***
Perlahan ku tutup jendela kamar, tapi masih bisa kudengar malaikat melantukan puisi, segelas canda tumpah ruah malam itu diantara mereka, seolah mengejek ku dan berkata " hey gadis! terlalu cepat kau menutup jendela mu malam ini". Aku pun hanya tersenyum. Kemudian aku beralih, berjalan menuju dapur, membuat secangkir teh hangat, menyeruputnya adalah bius dosis tinggi yang menyempurnakan hal-hal indah malam itu, membebaskan pikiran ku dari penat. Aku mulai beranjak ke kamar lagi, duduk dan terdiam. Ku pandangi sebuah komputer di depan ku, segera saja aku nyalakan benda itu. Dengan cepat komputer itu sudah siap untuk dimainkan, lalu aku langsung membuka sebuah situs jejaring sosial dan segera mengketik email dan paswordku. Banyak pesan yang aku terima dan beberapa komentar foto yang sehari sebelumnya sudah ku upload. Aku buka satu per satu, membacanya membuatku tersenyum, kadang tertawa geli. Sampai akhirnya aku selesai membaca semuannya. ku buka sebuah aplikasi percakapan yang ada di situs tersebut, kemudian mencari teman-temanku, berharap diantaranya ada yg online. Yess!kutemukan beberapa nama yang sama dengan nama temanku kira-kira ada 3 orang, dan yang satunya kuyakini dia adalah temanku ABBY HARYONO, kebetulan kemarin aku baru bertemu dengan dia dan teman-teman ku yang lain, dan segera kutagih beberapa jepretan foto kami yg ada di kameranya, "abie, tag foto yang kemarin ya,cepetan!sekarang juga!". Tidak lama kemudian dia membalas pesan ku, "foto?hah?" dia pun menjawab. Aku heran sekali, bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia begitu heran ketika ku tanya soal foto, kemudian aku berfikir, dan TENGGGGGGGGGGGGG mata ku melihat jelas kepada sebuah nama yang TADINYA aku yakini dia adah ABBY HARYONO, ternyata dia adalah ABBY KAMIL dan artinya aku salah orang. Saat itu aku merasakan ada yang menghantam muka ku, MALU itu pasti, sebuah kata hampa tapi nyata. MALU, definisi: sebuah ekspresi bodoh, terlihat tolol, diikuti perasaan seperti beku! Seorang peri datang ke dalam pikiran ku, seraya mengejek ku dan berkata "Berdoalah kamu semoga saat ini, ada meteor jatuh dari langit menimpa kepala mu,berharaplah saat itu kamu pingsan dan saat tersadar kamu lupa telah terjadi apa tadi hihihi."Segera saja aku meminta maaf kepada orang yang bernama ABBY KAMIL itu.

"maaf ya, nampaknya saya salah orang. sekali lagi maaf" muka ku masih memerah,

"oh gak apa-apa. saya juga suka begitu" dia menjawabnya dengan ramah
"sekali lagi maaf, silahkan lanjutkan kembali percakapannya, maaf sudah mengganggu" sekali lagi aku minta maaf dan menghentikan percakapan dengannya.

Di luar dugaan, dia malah melanjutkan percakapan nya dengan ku, tanpa sadar kami larut dalam obrolan dan canda, itulah kali pertama aku kenal dengannya ABBY KAMIL.aku hanya bisa meyulam cerita dengan kebahagiaan dan mungkin dengan air mata.Sulaman yang dirajut menjadi kisah, bukan milik siapapun.Karena ini awal dan tak tahu apakah akan menjadi akhir, jadi ini milik ku.

***

Sore ini hujan turun cukup deras, aku suka hujan, aku suka wangi tanah basah. malaikat berkumpul
dan menari- nari,mengajari ketukan tarian indah sekali. Sebait senyum terlantun di bibirku.
aku duduk di jendela menghitung satu per satu hujan yang jatuh ke tanah. Malam pun datang menjemput. Sorak sorai bergembira jangkrik-jangkrik menuntun malam hingga redanya hujan.
seperti biasa aku duduk di depan komputer, ditemani secangkir teh hangat, dan sebungkus biskuit
dengan semboyan "berapa lapis? hmm ratusan" sambil mendengarkan william fitzsimmons bernyani. Aku buka kembali situs jejaring sosial tersebut, seperti biasa aku membaca semua pesan lalu kemudian aku membalasnya satu persatu. setelah itu membuka, aplikasi percakapan dalam situs tersebut. Hmmm sayangnya tidak seorang pun temanku yang online saat ini, tapi pria yang kemarin salah ku sapa ada disitu.cepat-cepat ku sapa saja dia

"hey"

"hey juga, ga salah orang lagi kan?" dia menjawab setengah menggoda
"Hahahahahahahaha, nggak lah. Saya cuma mau minta maaf lagi sama kamu, soalnya saya masih gak enak sama kejadian kemarin." muka ku memerah setengah malu,
"udah ah jangan minta maaf terus, saya juga pernah salah orang. malah lebih parah..." kemudian dia
melanjutkan ceritanya.aku dan dia banyak bertukar cerita. Sesekali aku tertawa geli melihat apa yang dia tulis. Lucunya banyak sekali kesamaan dalam diriku dengan dia,sayangnya dia tidak suka Disambiguasi angota dari Genus Capsicum. Dia takut sekali dengan Bronchocela jubata Duméril & Bibron ahhaahahha, lebih baik dia bertemu dengan familia leporidaen. Aku berfikir "bagian mana yang membuat dia takut dari binatang-binatang nan lucu itu?".

Dia. disaat dunia terlelap. Disaat aku terjaga oleh kata berbalut canda. Aku lihat dia ada di balik layar. Entah apa, mungkin hanya fatamorgana. Dia seperti hujan di kota pasir, hangat..

Dia melukis dengan warna langit dan arang. Dia bernyanyi tanpa harus suara. Dia membuat ku
berjalan tanpa harus berlari, karena dia tau, aku berlari buka untuk mengejar,
tapi untuk terlepas. dia bilang "saya adalah Annona muricata"...


"kita sama saya pastikan, atau kah dia berbeda, barangkali..."


Menurut ku dia itu unik, aneh, tapi membuat orang penasaran dan bertanya "sehabis ini dia cerita apa ya???". Dia menganggap dirinya seperti Albert Finney aka Ed Bloom, bukan Albertnya
tapi Ed Bloomnya. Bukan berarti dia suka Ed Bloom. Mungkin lebih tepatnya jadi apakah Ed Bloom setelah nanti. itulah dia. Pusing memang, tapi kadang semuanya bisa jadi teka-teki yang mengasyikan. Hampir setiap malam, aku selalu bertemu dia di dunia maya,bertukar cerita, tetawa dan bercanda. sampai aku bertanya dalam hati "tuhan, sebenarnya mahluk apakah yang kau kirim untuk ku?", aku terbawa masuk ke dunianya, ramai sekali. Hampir setiap malam kegitan ku berulang sama seperti ini. Tapi kadang dia tidak terlihat di dunia maya, seperti gumpalan jiwa yang sedang resah, tak menghadirkan jawab apapun di hati.Aku berbisik kedalam hati "cukup kali ini saja, setelah sore yang abu-abu itu hilang, aku akan lupa, jauh disela hati terkecil, aku janji!". tapi kenyataannya dia seperti hujan yang hangat, melintasi mata yang tiba-tiba berkaca-kaca yang entah hujan ataukah airmata. atau seperti angin yang sejuk, angin yang meniupku atukah meniup orang lain juga? Sampai dia kembali di balik layar, dia masih menjadi misteri. Saat kusadari, semua masih rahasia, bukan rahasia ku, dan bukan juga rahasianya juga. tapi rahasia kehidupan. Menarilah kata dalam balutan puisi, hingga, kutemukan ada detak kenyamanan pada dirinya.

Sang pohon pun akhiri semua catatan, dalam tulisan kabur di baca hujan.
Mungkin ini cuma catatan, atau ini kisah??? Catatan hari yang kabur di halaman kehidupanku.
Sulit rasanya kugapai. Sama seperti kataku sebelumnya, aku tidak akan pernah tahu
Apakah ini awal, ataukah akan menjadi akhir..

tuhan diantara semua kesedihanku, kau selipkan juga kebahagiaan, kau hadirkan seseorang yang memberiku alasan untuk tersenyum hari ini. apa yang lebih berarti dari pada tawa kalau bukan senyuman kan Tuhan? Seperti gerimis yang lebih menyenangkan dari pada hujan, seperti berjalan yang lebih membuat ku tenang dari pada berlari dan gelap yang membuatku lebih aman dari terang...

Hujan

Tadi pas lagi iseng-iseng buka novel saya yang belum jadi hahaha (males ngelanjutinnya), saya nemuin satu puisi dari seorang sahabat, dia tulis puisi itu buat ngeggambarin perasaan saya. karena dia tau gimana saya dan siapa saya.

entah harus seperti apa dan bagaimana
entah harus melakukan apa
di dalam hujan
dia lagi!
sepi..
sunyi..
berjalan dalam langkah-langkah kecil
dalam diam..
perlahan..
dia hirup harum tanah basah..
dalam kesejukan..
dalam hening
hanya ada alunan indah rintik hujan
seolah ingin ia katakan
"aku bahagia"
lalu kembali tersirat
"aku ingin menangis"
lagi!
dalam hujan..

sahabat, puisi kamu masih saya simpan, terima kasih buat hal-hal terbaik yang pernah kamu kasih ke saya Marlina Irdayanti..

Album Ku Bercerita...

Gue baru sadar, banyak banget hal yang berubah dalam hidup ini
1 detik tadi pun, kayaknya udah ninggalin banyak kenangan..

Tadi pas lagi beresin buku di peti,
tiba-tiba gue nemuin map,
bekas gue sekolah dulu.
banyak banget kertas-kertas disana.
dan ada juga beberapa foto waktu sekolah.
hahahhaha
lucuuuu bgt, jadi inget anak-anak.

Trus gue buka komputer gue, gue buka folder gue waktu SMA,
gilaaaaaaaaa
tiba2 air mata gue langsung jatuh.
baru kali ini gue ngerasa sesendiri itu.
gue jadi pengen tau kabar mereka,
gue putusin buat liat di FB, FS, sama MS,

gue liat satu per satu account shbt2 gue, tapi gue lebih liat album2 foto mereka,
ternyata banyak yang berubah dari mereka.
gue liat shbt gue, sekarang jalannya sama mantan gue hahahhahha
(ga masalah, gue mah seneng aja), gue liat komennya mereka.
trus ada shbt gue ade kelas gue yg cantik, makin hari makin aneh aja kelakuannya.
mmh, trus gue liat sahabat gue yang belum lama ultah, ternyata ultahnya lagi dia dirayain sama temen2 kampusnya, ultahnya taun ini, gue ama anak ga ketemu dia (dulu tradisi gue ama anak2 kejar2 nyeplokin dia, dan tiap taun selalu ngelewati ultah barengan) sekarang ga, taun ini ga, mungkin ultah gue juga ga.
lanjut...
trus, sahabat gue sekarang jadi pramugari, mentang kerja di udara, jadi lupa ama daratan.
ya sekarang yg paling deket, walaupun jarang juga ketemunya, sahabat gue yg mau bareng kuliah taun ini, si tukang jalan2, si tukang makan sushi yg menurut gue makanan paling ga enak sedunia
i love u darl

dulu tiap hari ketemu mereka.
apalagi ama sahabat2 gue.
jujur aja,
gue ketergantungan bgt sama temen2 gue,
gue selalu ngelakuin apapun bareng sama sahabat gue,
kemana2 bareng,
gue rasain bgt suka duka.
pokoknya banyak bgt kenangan.
pertemanan kita a sebatas bangku sekolah, atau ngerjain PR bareng
tapi udah kayak saudara.
ahhahhahah


huff
tapi sekarang, saat kita udah lulus dari SMA
semuanya berubah.
kita semua jalan masing2, ya walaupun kadang2 masih suka ketemu.
tapi semuanya beda.
jalannya emang harus kayak gini kali ya hhe
saat ini kita semua udah punya kehidupan masing2.

hidup ini silih berganti ya...
hari ini ketemu seseorang
mungkin besok juga orangnya beda lagi.

gue ga pernah nyesel pernah ditemuin sama mereka
selamanya mereka sahabat gue.
dan itu yang terbaik.
love you all


abumku bercerita..

Kembang Api di Pasar Malam

kadang nafas yang ku hembus adalah angan..
membayangkan tangan kita selalu terikat..

aku ini bodoh..
mengenalmu saja, bagaikan melihat kembang api di pasar malam
indah dan berwarna..

saat ini..
cukup bagiku untuk itu..

kembang api yang selau bisa aku lihat..
menghiasi langit malam dengan warna..
itu adalah kamu...

satu dari ribuan orang dipasar malam..
yang kagum atas keindahan mu..
dan itu adalah aku..

saat ini..
cukup bagiku untuk itu..

ini adalah tarianku..
hanya aku dan sang hati yang tau..

dia: SEOLAH TAMPAK TAK NYATA

dia..
walaupun nanti akhirnya berbeda saya akan terus menulis..
dia..
saya tidak pernah merencanakan untuk tahu siapa kamu,
itu semua bukan mau saya, saat saya berjalan di samping kamu pun itu bukan kehendak saya..
dia..
saat hujan, saya tidak pernah berlari untuk berteduh, karena saya tahu itu akan membuat saya lebih basah kuyup, seperti itu juga perasaan saya..
dia..
rumput-rumput dipadang itu terus bergoyang di basahi hujan, tapi dia tidak pernah peduli..
seperti kamu, saya tidak tahu, apakah kamu tahu apa pura-pura tidak tahu?
dia..
saya, saat mengenal kamu..
berjalan dengan alas merah meninggalkan jejak di sebuah kota,di karpet aspal hitam pinggiran kota..
melompat dan menari, tapi kamu masih tertinggal di belakang..
sampai saat saya duduk di sebuah meja kayu hangat, di sebuah atap cokelat tua gelap..
membangungkan hangat di diri..
tapi masih tidak bisa saya singkirkan gagap diri..
dia..
setelah hari itu dan selanjutnya..
saya pikir kita sama, tapi nyata, kamu berbeda, mungkin..
dia..
saat saya kembali, tidak satu pun yang terdengar di telinga saya tentang kamu
saya coba berharap dan menunggu..
dan saya pikir..
"bintang pun tak bisa kamu lihat dengan jelas, bagaimana saya?"
dia..
saat ini..
saya coba berhenti sejenak, bukan untuk melupakan..
tapi mencoba untuk menerima..
dia..
kamu jauh dari pandangan
tapi kamu seperti angin..
tak terlihat, tapi bisa saya rasakan..
dia..
pertemuan itu singkat, tapi membekas..
kamu tahu?
tidak perlu alasan untuk mencintai setiap jiwa..

hey world! my name's Deby :D

Hey nama saya Deby Valentyani, saya suka nulis, tapi saya ga bisa nulis. hahahahhaha kasian yaa. Saya juga suka masak dan menari. Masakan saya dijamin ga enak hahahahha. Dulu waktu SMA, saya ikutan dance sekolah lohh, walaupun saya ga bisa nari tapi saya tetep pedee yang penting aseekkkk haahaahhaaha (cuma ngeramein acara pensi aja), weits saya juga suka gambarrr, hahahah tapi gambar saya gak bagus, kalo nanya sama semua temen-temen saya, gambar apa yang sering saya buat, pasti mereka akan kompak jawab "POHON" ahhahahah.

Banyakkk banget yang kurang dari diri saya, tapi saya bangga sama diri sendiri :) yessss. Suatu saat saya pengen jadi penulis, penulis yang bisa menulis buat dunia wow!!! Saya pengen keliling dunia, lihat keragaman budaya di tiap negara wow pasti asiiiikkk. Saya suka pohon, hujan, rumput, bola air, perahu kecil yayayaya lucunyaaaa.
Hmm saya suka jalan sendiri buat ngilangin penat diotak saya, itu terapi buat saya dan seorang sahabat hhi. :D

aku..
aku adalah kata yang paling bermakna
aku..
aku adalah kumpulan warna seindah pelangi
aku..
aku adalah cahaya yang mampu lebih terang dari pada
bintang dan bulan, karena aku adalah matahari
aku..
aku lebih indah dari hujan yang membasahi dunia setelah kemarau panjang
aku..
aku lebih besar dari sebatang pohon di hutan belantara
aku..
aku lebih kuat dari batu karang yang dihempas ombak
karena..
karena aku adalah diriku sendiri..

Selasa, 25 Agustus 2009

Kudanil Terbang dan Negeri di Atas Awan

Nona berlari dan terus berlari, dari satu tempat ke tempat lain, hingga ia tak tahu sekarang ada dimana. Nona terlihat lelah sekali, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat itu, kemudian duduk di sebuah ayunan yang tergantung disebuah pohon. Nona mulai berayun, hingga dia bisa meresapi belaian angin yang sejuk membelai tubuhnya, rambutnya yang tergerai panjang pun mengikuti arah angin seperti air yang mengikuti aliran sungai, indah sekali menyerupai benang sutra hitam legam yang lembut dan bercahaya.


Sang Nona berayun manis menghadap ke arah barat, saat ini matahari tepat berada di atas kepalanya, untungnya sang pohon dengan senang hati meneduhinya di bawah daun-daun dan ranting-rantingnya yang lebat. Nona memejamkan mata kemudian dia berfikir, lalu berkata dalam hati,

"Saat ini aku ingin melukis! aku sangat ingin melukis! Hasrat ku untuk melukis sudah tak terbendung lagi!".

Kemudian dia melukis dalam imajinasinya, sekotak pensil warna dan beberapa cat warna tiba-tiba muncul seketika. Tapi kemudian dia kembali berkata,

"Aku butuh kuas dan penghapus juga beberapa permen lolipop."

Ajaib, apa yang dia inginkan pasti terkabul, satu per satu kuas, penghapus, dan beberapa permen lolipop pun bermunculan. Kalimat yang Nona ucapkan seperti sihir, yang mengabulkan keinginannya. Nona menggoreskan kuas pada kanvas imajinernya, dimulai dengan warna merah dan ungu kemudian putih lalu warna hijau, kuning dan biru, hingga terlihat seperti campuran warna pelangi, kemudian Nona membuka bungkus permen lolipop kemudian mengemutnya. Nona kelihatan asyik sekali dia pun sibuk dengan lukisannya, sesekali Nona mengemut permen lolipop yang dia pegang di tangan sebelah kirinya.

Beberapa lama kemudian, lukisan itu telah selesai dibuat. Lukisan yang indah, dan lucu, entah apa yang Nona pikirkan dia membuat seekor KUDANIL! Kudanil yang cantik, berwarna merah jambu keungu-unguan, kudanil itu mempunyai sepasang sayap yang sangat indah sekali, sayapnya bisa berubah warna setiap saat, indah sekali berkilauan bagai permata.
Nona terlihat senang, dia berkata

"Aku ingin Kudanil ini nyata!"

Tiba-tiba angin kencang berhembus, awan terang berganti gelap, kanvas yang ada di depan Nona terbang terbawa angin hingga tak terlihat lagi dari pandangan dan sekejap semuanya kembali tenang. Nona sedih, karena kanvas dengan gambar kudanil yang tadi dia lukis hilang terbawa angin kencang tadi.

Nona mulai menangis, dia menangis sambil mengemut permen lolipopnya. Ketika Nona sedang sibuk menangis, terdengar suara berisik dari semak-semak di belakang pohon "Krusuk krasak". Nona pun mulai mengecilkan suara tangisnya, perhatiannya teralih oleh sesuatu di semak-semak belakang pohon. Masih tersedu sedan Nona beranjak dari ayunan, kemudian melangkah menuju semak-semak di belakang pohon. Saat dia mulai mendekat, seekor kudanil keluar dari semak-semak itu. Itu adalah kudanil yang dilukis Nona tadi, masih terasa sekali bau cat basah. Nona terkejut melihat kudanil itu, dia benar-benar nyata, dia mempunyai sepasang sayap, warnanya pun sama persis dengan apa yang Nona gambar. Kemudian kudanil itu mendekat ke arah Nona, membelai pipi nona dengan lidahnya. Nona pun mulai berbalik membelai kudanil dengan tangannya. Mereka terlihat senang sekali, Nona kemudian berkata,

"Aku beri nama kamu DOLALI."

Kudanil pun terlihat menyukai nama itu, dia berjingkrak jingkrak kegirangan. Nona tertawa melihat tingkah Dolali, dan mereka menari bersama.

Dolali membawa nona terbang ke angkasa. Mereka terbang bersama sekumpulan burung bangau. Lalu terbang lebih tinggi lagi, Nona kagum sekali, entah akan dibawa kemana dia, yang pasti saat itu hati Nona senang sekali.

Hingga mereka tiba di sebuah tempat, menakjubkan sekali Nona tidak bisa berkata apa-apa selain memuji keindahan tempat itu. Sambil mengemut permen lolipopnya Nona turun dari tubuh Dolali.

Tempat itu beralaskan awan, lembut sekali hingga Nona melepaskan alas kakinya. Disana terdapat pepohonan, burung-burung berkicau riang, bunga-bunga yang indah, juga sungai yang jernih berkilauan. Nona berlari kesana kemari, bermain bersama Dolali. Mereka tertawa, menari, melompat dan menceburkan diri di sungai .Kemudian memetik bunga, dan menaburkan benihnya kembali. Pelangi terasa dekat sekali. Inilah yang disebut negri diatas awan. Disana pun terdapat ayunan yang tergantung di sebuah pohon besar yang teduh. Nona mendekat menuju ayunan itu, kemudian duduk dan berayun. Dia bisa melihat Dolali asyik bermain yang tidak jauh dari pandangannya.

Nona bahagia sekali, hatinya senang tak terkira. Dia berayun dan berayun, dan mulai memejamkan matanya sampai ia tertidur.

Setelah beberapa lama Nona membuka kembali matanya, perlahan-lahan. Nona terbangun dari tidurnya, dia lihat sekelilingnya semuanya nampak seperti biasa tidak ada negri di atas awan. Nona pun berkata,

"Oh, ternyata tadi hanya mimpi."

Sore itu nona berayun menghadap ke barat, sore itu indah walau hanya mimpi. Matahari tenggelam dengan cantiknya.

Lalu Nona berjalan menuju peristirahatan berikutnya. Ada sesuatu yang terganjal dalam mulutnya, dan Nona sadar dia sedang mengemut permen lolipop. Nona pun tersenyum mulai melangkah dengan gembira. Nona sadar, mimpi dan kenyataan itu hanya berbeda tipis. Semuanya itu sekarang adalah tugas Nona, menjadikan mimpi menjadi kenyataan.

Kini Nona berjalan, bukan berlari..

Minggu, 23 Agustus 2009

Bola Musik Kristal

Di musim panas yang sejuk, Pria masih setia menunggu Gadis, seperti pelangi yang selalu setia menunggu hujan reda. Di bukit kasih, bukit Harumanis. Pria duduk di bawah pohon besar, beralaskan rumput hijau yang segar, bersiul-siul dengan hati senang. Sesekali angin dengan lembut membelai tubuhnya, seolah ingin membawanya terbang.

Burung-burung berkicau riang, bernyanyi lagu kebahagian. Matahari pun tak henti-hentinya memberi senyuman, di temani awan-awan yang menari-nari dilangit biru di atas sana.

Dari kejauhan terlihat seorang yang cantik, memakai baju putih dan rok biru yang indah, melambai ke arah Pria, ya dia Gadis. Gadis pun segera berlari mendekat menuju Pria. Terlihat raut wajah gembira dari dua insan yang sedang dilanda asmara. Gadis langsung memeluk Pria, melepas kerinduan yang sudah tertahan beberapa lama. Kemuadian mereka bertukar cerita, bercanda dan kadang tertawa geli. Mereka berbaring di atas rumput, diteduhi sang pohon besar yang indah, memandang ke atas langit, berimajinasi dengan awan-awan diatas sana, sambil bernyanyi sebuah lagu dengan riang gembira,

".. ku buka buku hijau itu
Penuh warna seperti pelangi
Berwarna- warni seperti permen gulali.."

Mereka menyanyikan lagu itu berulang-ulang, hingga langit kian keemasan. Mereka mulai duduk lagi dan berdiri, karena hari sudah sore dan saatnya untuk pulang. Saat mereka melangkah untuk pulang, Pria tiba-tiba berkata "Tunggu sebentar."

Sesaat Pria meninggalkan Gadis. Pria berjalan ke balik pohon, kemudian kembali membawa kotak. Dengan tenang, Pria menatap mata Gadis, tersenyum dan memberikan kotak yang dia bawa dari balik pohon tadi.

Kotak persegi yang indah, terbungkus kertas cokelat bermotif beruang-beruah kecil nan lucu, dihiasi sebuah pita merah diatasnya. Perlahan Gadis membuka kotak persegi itu dan seketika itu pula terpantul cahaya matahari sore dari dalamnya. Gadis terkejut, senang dan terlihat bahagia. Gadis mengeluarkan isi dari kotak persegi itu, sebuah bola musik kristal yang cantik. Alasnya berwarna merah muda, didalamnya terdapat sepasang boneka yang lucu sedang menaiki sebuah perahu kecil.

Pria pun tersenyum senang karena Gadis senang dengan hadiah yang Pria berikan. Kemudian Gadis memutar sebuah kunci, yang terletak di bawah bola musik kristal itu. Terlantunlah sebuah nada dari bola musik kristal itu, indah sekali. Sambil menggenggam bola musik kristal itu Gadis memeluk Pria dan Gadis berkata " Terima kasih." Pria pun balik berbisik dengan lembut di telinga Gadis..

"Suatu saat nanti, aku akan membawa kamu berlayar..."

Musim panas yang sejuk dan sore keemasan itu selalu ada dihati.


Sabtu, 22 Agustus 2009

1000 Lilin

1000 lilin menerangi sang malam
dalam gelap yang bercahaya..

aku berjalan menyusuri sang waktu..

dunia ini tampak ramai bukan?

jauh disela hati terkecil

aku terbunuh sepi!

Melayang di udara..

mengikuti angin.
.
entah akan kemana di bawanya pergi


1000 lilin menerangi sang malam

aku sampai di kota kenangan

buka berarti berhenti berpetualang

hanya sejenak befikir..
meminta sang waktu berhenti

5 detik saja!

untuk bilang..

"1000 lilin tidak pernah padam"



Jumat, 21 Agustus 2009

Kisah Lama Menuju Petualangan Berikutnya..

Denger lagu KOC yang misread jadi inget lagi anak-anak. hiks hiks! pada kemana sih lo semua??!!! Kayaknya dulu waktu sekolah kita ketemu tiap hari, apalagi sama si beler.
Beler, gue cuma mau bilang, gue sayang sama lo, walaupun lo tuh suka nyebelin hiks, gue baru sadar aja, kalo gak ada lagi yang nyamper ke rumah pagi-pagi buta, ga ada yang namanya lepas sepatu sebelah gara-gara terlambat (eh lo nyampernya ga pagi-pagi buta, kalo pagi-pagi ngapain juga kita telat tiap hari). ampe pak fatur sama pak awan bosen ngeliat muka kita ahhahahhah.
Sahabat-sahabat gue tersayang juga Meta, Criz
tyn, Zea hiks.
Meta sumpah deh ga ada orang yang tulalit dan lemotnya selangit kayak lo, cuma lo aja yg gue temuin didunia ini orang kayak gitu, yang bikin si cabul sam rifky berantem gara-gara ke lemotan lo taa hahahahahaaah.
Criz ya ampunn, lo pasti juga kagen sama berantem-berantem kita kan? ga ada yang debatnya sejago lo deh beneran, oia tin lo ditanyain MAMI KANTIN! Lo belum bayar nasi uduk 3000, sama tempe, hahahah, trus sama es si JAWA kurang 500 parah lo kabur-kabur aja. ahhaahah
Kalo lo mau ngaduin cemprengan mana TOA karang taruna, sama ocehannya Zea, gue pegang Zea, karena sekali dia ngomong dari Sabang sampe Merauke pun bisa ngedenger suaranyaaa. menggelegarrrrrr.
GAk ada yang bolak balik masuk BP lagi, ga ada yang nangis-nangis putus sama si ancruuttt hahahhaha, ga ada berantem-berantem lagi, ga ada ngutang-ngutang ke kantin, ga ada dance sekolah, ga ada cabut-cabutan nyelip2 di pager buat kaburr trus ketauan si babe. ahhhhhhhhhhhhh

Trus sahabat-sahabat gue tersayang, adek kelas gue terkonyol Tary, Abat, Farah, Sefty. kangennnnnnn kangen sama kaliann, kangen ama project bikin mading, hahahhaha. Inget gak kita berkali-kali masuk 3 besar mading.
Apalagi prosesnyaa hahahah bikin cape, t
api menyenangkan, dari brantem ama pengemis di Taman Menteng, trus mau di banting tuh kamera, gue ditamparin sama tuh ibu-ibu. trus dikejar-kejar satpol pp gara-gara dikerjain sama polisi sial itu di bunderan HI.
Tary, bener yaa lo tuh tiada taraa, lemotnya,
dia begooo banget tapi kalo urusan ribut, dia nomor 1 hahahahhaha, jagoo ngedancenya dan yg spektakuler karena dia punya ade cewe yg gayanya kaya cinta laura. ahahahhaha rumahnya yang jadi tempat nongkrong anak2 kangen. Abat yang selalu semangat kabuur jalan-jalan, hahahha karena nyokapnya yang gallaaakkkkk, dan sering main kucing-kucingan.
Farah, cuma satu kalimat yang pengen gue ucapin buat dia "Kita sayang lo selalu, mau jadi apapun lo!" :)
Sefty yang kurang lebih sama kayak meta tapi kerjaannya patah hai mulu hhi, semangat yaa dapetin anak IKJ itu grrrr hahahahahha.
Kangennnnn bgggttttttttttttttt.


Kangen tiada tara sama sahabat-sahabat gue yang lain, Vicky, buku beb!. Vico, "ayo-ayo patungan bensin ayooooo!" Dirman, ya ampun lo tuh ga tergantikan man, lo tuh emang aming gue forever.hhi Rian, Theo, Ucup, haru, ardi, imam, dede, otem, ari, dani, arif, agung, hery, angga. GPK (gerakan pengacau kelas). hahahhaah

ga ada lagi ngumpet di loteng gara-gara razia rambut, ga ada lagi kabur-kaburan. ga ada main bola, basket, ga ada IPA yang kompak bgt kayak kita hiks. gue bersyukur banget, karena dikasih masa-masa menyenangkan seperti itu. Gak makan yang penting kumpul. Berantem, nangis, ketawa, nabrak mobil orang, demo rame-rame, jalan jongkok 2 jam pelajaran olah raga, ga ngerjain PR, ga ada mading, ga ada danceyang sok aseek aja padahal mah ga bisa, cuma ngeramein pensi aja, ga ada ribut sama satu organisasi di sekolah sampe bawa-bawa polisi, ga ada banjir lagi di sekolah ahhahahahha.

kangen banget sama masa itu hmmm ini bagian terkecil dari hidup tapi ini berarti. Petualangan di masa depan masih menunggu, semua masih jadi misteri, masih banyak halaman-halaman yang kosong buat diisi.

*deby untuk kalian semua :D

MOS 4 Tahun Lalu..

Kalau ngomongin masa SMA gak akan pernah abisnya, tapi itu yang pengen gue tulis hari ini. Kisah gue waktu SMA dulu hahhaahah (gaya lo deb, baru keluar tahun lalu aja). Heemmmm dari pertama MOS nan sial itu tapi menyenangkan, gue ketemu sama sahabat gue tersayang, tercantik, tertulalit sepanjang masa MARLINA IRDAYANTI dan sama akhirnya gue biasa panggil dia BELER, karena..... hahahah ga usa di ceritakan lah, nanti orangnya ngamuk-ngamuk grrrr.

Waktu pertama kali masuk, rambut gue cepak hahahhaaha, ya panjangnya kira-kira sekitar 3cm. Biasalah, namanya MOS pasti kita dikerjain suruh bawa ini bawa itu yang lebih banyak gak gunanya pada saat di bawa nantinya, trus parahnya ga diliat sama sekali hasil karya kitaa, OH SENIOR kalo kata RHOMA IRAMA TERLALUUU!!!

Hari pertama MOS, orang-orang ngeliatin gue, sampe akhirnya ada seorang senior datang ngehampirin gue dan nanya "Lo cewek apa cowok sih?" hahahahha adoohhh tuh orang buta apa katarak sih (maap) jelas-jelas gue pake rok! iya sih gue pikir gue susah dibedakan karena "depan" dan "belakang" rata hahahahaha gak kayak penyanyi dangdut yang bahenoollll, bikin sirik aja ahahahahhaha. Hari itu semua siswi wajib dikuncir dua trus pake pita warna merah, tapi gue gak karena kan rambut gue cepak bohai aduhai sylallaalalla. Tiba-tiba seorang senior cewek dateng lagi ngehampirin gue sambil marah-marah, di bilang "Kenapa gak pake pita? Kan kemaren udah di jelasin! hukaman buat lo besok dikuncir 4 pake pita juga!" OHHHHHHHH emang kadang-kadang tuh senior stress yaa, kebanyakan marah-marah ga jelas. Dari pertanyaan pertama yang di tanya ke gue aja udah bikin gue ngerasa mikir "Tu orang ga liat apa rambut gue!" helllooo gimana caranyaa nguncir rambut secepak ini.

Sampe akhirnya besok, mau gak mau gue pake kunciran yang cuma asal nemplok aja. Alhasil sampe gue lulus dan ketemu senior-senior gue nan lucu. Gue dijuluki SI BOTAK BERPITA MERAH grrrr. hhahhahhaah tapi waktu kelas 3 gue sempet panjang sekitar sepundakk, tapi dasar males punya rambut panjan, akhirnya dipotong lagi deh. hhahahaha

dia..

Malam itu, seperti biasa aku duduk di dekat jendela kamarku. Memandang ke atas dan berkata ini adalah duniaku. Bulan dan bintang layaknya hiasan yang melengkapi langit malam itu. angin meniup helaian rambutku, seperti nafas seorang adam. Aku selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada alam.
***
Perlahan ku tutup jendela kamar, tapi masih bisa kudengar malaikat melantukan puisi, segelas canda tumpah ruah malam itu diantara mereka, seolah mengejek ku dan berkata " hey gadis! terlalu cepat kau menutup jendela mu malam ini". Aku pun hanya tersenyum. Kemudian aku beralih, berjalan menuju dapur, membuat secangkir teh hangat, menyeruputnya adalah bius dosis tinggi yang menyempurnakan hal-hal indah malam itu, membebaskan pikiran ku dari penat. Aku mulai beranjak ke kamar lagi, duduk dan terdiam. Ku pandangi sebuah komputer di depan ku, segera saja aku nyalakan benda itu. Dengan cepat komputer itu sudah siap untuk dimainkan, lalu aku langsung membuka sebuah situs jejaring sosial dan segera mengketik email dan paswordku. Banyak pesan yang aku terima dan beberapa komentar foto yang sehari sebelumnya sudah ku upload. Aku buka satu per satu, membacanya membuatku tersenyum, kadang tertawa geli. Sampai akhirnya aku selesai membaca semuannya. ku buka sebuah aplikasi percakapan yang ada di situs tersebut, kemudian mencari teman-temanku, berharap diantaranya ada yg online. Yess!kutemukan beberapa nama yang sama dengan nama temanku kira-kira ada 3 orang, dan yang satunya kuyakini dia adalah temanku ABBY HARYONO, kebetulan kemarin aku baru bertemu dengan dia dan teman-teman ku yang lain, dan segera kutagih beberapa jepretan foto kami yg ada di kameranya, "abie, tag foto yang kemarin ya,cepetan!sekarang juga!". Tidak lama kemudian dia membalas pesan ku, "foto?hah?" dia pun menjawab. Aku heran sekali, bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia begitu heran ketika ku tanya soal foto, kemudian aku berfikir, dan TENGGGGGGGGGGGGG mata ku melihat jelas kepada sebuah nama yang TADINYA aku yakini dia adah ABBY HARYONO, ternyata dia adalah ABBY KAMIL dan artinya aku salah orang. Saat itu aku merasakan ada yang menghantam muka ku, MALU itu pasti, sebuah kata hampa tapi nyata. MALU, definisi: sebuah ekspresi bodoh, terlihat tolol, diikuti perasaan seperti beku! Seorang peri datang ke dalam pikiran ku, seraya mengejek ku dan berkata "Berdoalah kamu semoga saat ini, ada meteor jatuh dari langit menimpa kepala mu,berharaplah saat itu kamu pingsan dan saat tersadar kamu lupa telah terjadi apa tadi hihihi."Segera saja aku meminta maaf kepada orang yang bernama ABBY KAMIL itu.

"maaf ya, nampaknya saya salah orang. sekali lagi maaf" muka ku masih memerah,

"oh gak apa-apa. saya juga suka begitu" dia menjawabnya dengan ramah
"sekali lagi maaf, silahkan lanjutkan kembali percakapannya, maaf sudah mengganggu" sekali lagi aku minta maaf dan menghentikan percakapan dengannya.

Di luar dugaan, dia malah melanjutkan percakapan nya dengan ku, tanpa sadar kami larut dalam obrolan dan canda, itulah kali pertama aku kenal dengannya ABBY KAMIL.aku hanya bisa meyulam cerita dengan kebahagiaan dan mungkin dengan air mata.Sulaman yang dirajut menjadi kisah, bukan milik siapapun.Karena ini awal dan tak tahu apakah akan menjadi akhir, jadi ini milik ku.

***

Sore ini hujan turun cukup deras, aku suka hujan, aku suka wangi tanah basah. malaikat berkumpul
dan menari- nari,mengajari ketukan tarian indah sekali. Sebait senyum terlantun di bibirku.
aku duduk di jendela menghitung satu per satu hujan yang jatuh ke tanah. Malam pun datang menjemput. Sorak sorai bergembira jangkrik-jangkrik menuntun malam hingga redanya hujan.
seperti biasa aku duduk di depan komputer, ditemani secangkir teh hangat, dan sebungkus biskuit
dengan semboyan "berapa lapis? hmm ratusan" sambil mendengarkan william fitzsimmons bernyani. Aku buka kembali situs jejaring sosial tersebut, seperti biasa aku membaca semua pesan lalu kemudian aku membalasnya satu persatu. setelah itu membuka, aplikasi percakapan dalam situs tersebut. Hmmm sayangnya tidak seorang pun temanku yang online saat ini, tapi pria yang kemarin salah ku sapa ada disitu.cepat-cepat ku sapa saja dia

"hey"

"hey juga, ga salah orang lagi kan?" dia menjawab setengah menggoda
"Hahahahahahahaha, nggak lah. Saya cuma mau minta maaf lagi sama kamu, soalnya saya masih gak enak sama kejadian kemarin." muka ku memerah setengah malu,
"udah ah jangan minta maaf terus, saya juga pernah salah orang. malah lebih parah..." kemudian dia
melanjutkan ceritanya.aku dan dia banyak bertukar cerita. Sesekali aku tertawa geli melihat apa yang dia tulis. Lucunya banyak sekali kesamaan dalam diriku dengan dia,sayangnya dia tidak suka Disambiguasi angota dari Genus Capsicum. Dia takut sekali dengan Bronchocela jubata Duméril & Bibron ahhaahahha, lebih baik dia bertemu dengan familia leporidaen. Aku berfikir "bagian mana yang membuat dia takut dari binatang-binatang nan lucu itu?".

Dia. disaat dunia terlelap. Disaat aku terjaga oleh kata berbalut canda. Aku lihat dia ada di balik layar. Entah apa, mungkin hanya fatamorgana. Dia seperti hujan di kota pasir, hangat..

Dia melukis dengan warna langit dan arang. Dia bernyanyi tanpa harus suara. Dia membuat ku
berjalan tanpa harus berlari, karena dia tau, aku berlari buka untuk mengejar,
tapi untuk terlepas. dia bilang "saya adalah Annona muricata"...


"kita sama saya pastikan, atau kah dia berbeda, barangkali..."


Menurut ku dia itu unik, aneh, tapi membuat orang penasaran dan bertanya "sehabis ini dia cerita apa ya???". Dia menganggap dirinya seperti Albert Finney aka Ed Bloom, bukan Albertnya
tapi Ed Bloomnya. Bukan berarti dia suka Ed Bloom. Mungkin lebih tepatnya jadi apakah Ed Bloom setelah nanti. itulah dia. Pusing memang, tapi kadang semuanya bisa jadi teka-teki yang mengasyikan. Hampir setiap malam, aku selalu bertemu dia di dunia maya,bertukar cerita, tetawa dan bercanda. sampai aku bertanya dalam hati "tuhan, sebenarnya mahluk apakah yang kau kirim untuk ku?", aku terbawa masuk ke dunianya, ramai sekali. Hampir setiap malam kegitan ku berulang sama seperti ini. Tapi kadang dia tidak terlihat di dunia maya, seperti gumpalan jiwa yang sedang resah, tak menghadirkan jawab apapun di hati.Aku berbisik kedalam hati "cukup kali ini saja, setelah sore yang abu-abu itu hilang, aku akan lupa, jauh disela hati terkecil, aku janji!". tapi kenyataannya dia seperti hujan yang hangat, melintasi mata yang tiba-tiba berkaca-kaca yang entah hujan ataukah airmata. atau seperti angin yang sejuk, angin yang meniupku atukah meniup orang lain juga? Sampai dia kembali di balik layar, dia masih menjadi misteri. Saat kusadari, semua masih rahasia, bukan rahasia ku, dan bukan juga rahasianya juga. tapi rahasia kehidupan. Menarilah kata dalam balutan puisi, hingga, kutemukan ada detak kenyamanan pada dirinya.

Sang pohon pun akhiri semua catatan, dalam tulisan kabur di baca hujan.
Mungkin ini cuma catatan, atau ini kisah??? Catatan hari yang kabur di halaman kehidupanku.
Sulit rasanya kugapai. Sama seperti kataku sebelumnya, aku tidak akan pernah tahu
Apakah ini awal, ataukah akan menjadi akhir..

tuhan diantara semua kesedihanku, kau selipkan juga kebahagiaan, kau hadirkan seseorang yang memberiku alasan untuk tersenyum hari ini. apa yang lebih berarti dari pada tawa kalau bukan senyuman kan Tuhan? Seperti gerimis yang lebih menyenangkan dari pada hujan, seperti berjalan yang lebih membuat ku tenang dari pada berlari dan gelap yang membuatku lebih aman dari terang...

Hujan

Tadi pas lagi iseng-iseng buka novel saya yang belum jadi hahaha (males ngelanjutinnya), saya nemuin satu puisi dari seorang sahabat, dia tulis puisi itu buat ngeggambarin perasaan saya. karena dia tau gimana saya dan siapa saya.

entah harus seperti apa dan bagaimana
entah harus melakukan apa
di dalam hujan
dia lagi!
sepi..
sunyi..
berjalan dalam langkah-langkah kecil
dalam diam..
perlahan..
dia hirup harum tanah basah..
dalam kesejukan..
dalam hening
hanya ada alunan indah rintik hujan
seolah ingin ia katakan
"aku bahagia"
lalu kembali tersirat
"aku ingin menangis"
lagi!
dalam hujan..

sahabat, puisi kamu masih saya simpan, terima kasih buat hal-hal terbaik yang pernah kamu kasih ke saya Marlina Irdayanti..

Album Ku Bercerita...

Gue baru sadar, banyak banget hal yang berubah dalam hidup ini
1 detik tadi pun, kayaknya udah ninggalin banyak kenangan..

Tadi pas lagi beresin buku di peti,
tiba-tiba gue nemuin map,
bekas gue sekolah dulu.
banyak banget kertas-kertas disana.
dan ada juga beberapa foto waktu sekolah.
hahahhaha
lucuuuu bgt, jadi inget anak-anak.

Trus gue buka komputer gue, gue buka folder gue waktu SMA,
gilaaaaaaaaa
tiba2 air mata gue langsung jatuh.
baru kali ini gue ngerasa sesendiri itu.
gue jadi pengen tau kabar mereka,
gue putusin buat liat di FB, FS, sama MS,

gue liat satu per satu account shbt2 gue, tapi gue lebih liat album2 foto mereka,
ternyata banyak yang berubah dari mereka.
gue liat shbt gue, sekarang jalannya sama mantan gue hahahhahha
(ga masalah, gue mah seneng aja), gue liat komennya mereka.
trus ada shbt gue ade kelas gue yg cantik, makin hari makin aneh aja kelakuannya.
mmh, trus gue liat sahabat gue yang belum lama ultah, ternyata ultahnya lagi dia dirayain sama temen2 kampusnya, ultahnya taun ini, gue ama anak ga ketemu dia (dulu tradisi gue ama anak2 kejar2 nyeplokin dia, dan tiap taun selalu ngelewati ultah barengan) sekarang ga, taun ini ga, mungkin ultah gue juga ga.
lanjut...
trus, sahabat gue sekarang jadi pramugari, mentang kerja di udara, jadi lupa ama daratan.
ya sekarang yg paling deket, walaupun jarang juga ketemunya, sahabat gue yg mau bareng kuliah taun ini, si tukang jalan2, si tukang makan sushi yg menurut gue makanan paling ga enak sedunia
i love u darl

dulu tiap hari ketemu mereka.
apalagi ama sahabat2 gue.
jujur aja,
gue ketergantungan bgt sama temen2 gue,
gue selalu ngelakuin apapun bareng sama sahabat gue,
kemana2 bareng,
gue rasain bgt suka duka.
pokoknya banyak bgt kenangan.
pertemanan kita a sebatas bangku sekolah, atau ngerjain PR bareng
tapi udah kayak saudara.
ahhahhahah


huff
tapi sekarang, saat kita udah lulus dari SMA
semuanya berubah.
kita semua jalan masing2, ya walaupun kadang2 masih suka ketemu.
tapi semuanya beda.
jalannya emang harus kayak gini kali ya hhe
saat ini kita semua udah punya kehidupan masing2.

hidup ini silih berganti ya...
hari ini ketemu seseorang
mungkin besok juga orangnya beda lagi.

gue ga pernah nyesel pernah ditemuin sama mereka
selamanya mereka sahabat gue.
dan itu yang terbaik.
love you all


abumku bercerita..

Kembang Api di Pasar Malam

kadang nafas yang ku hembus adalah angan..
membayangkan tangan kita selalu terikat..

aku ini bodoh..
mengenalmu saja, bagaikan melihat kembang api di pasar malam
indah dan berwarna..

saat ini..
cukup bagiku untuk itu..

kembang api yang selau bisa aku lihat..
menghiasi langit malam dengan warna..
itu adalah kamu...

satu dari ribuan orang dipasar malam..
yang kagum atas keindahan mu..
dan itu adalah aku..

saat ini..
cukup bagiku untuk itu..

ini adalah tarianku..
hanya aku dan sang hati yang tau..

dia: SEOLAH TAMPAK TAK NYATA

dia..
walaupun nanti akhirnya berbeda saya akan terus menulis..
dia..
saya tidak pernah merencanakan untuk tahu siapa kamu,
itu semua bukan mau saya, saat saya berjalan di samping kamu pun itu bukan kehendak saya..
dia..
saat hujan, saya tidak pernah berlari untuk berteduh, karena saya tahu itu akan membuat saya lebih basah kuyup, seperti itu juga perasaan saya..
dia..
rumput-rumput dipadang itu terus bergoyang di basahi hujan, tapi dia tidak pernah peduli..
seperti kamu, saya tidak tahu, apakah kamu tahu apa pura-pura tidak tahu?
dia..
saya, saat mengenal kamu..
berjalan dengan alas merah meninggalkan jejak di sebuah kota,di karpet aspal hitam pinggiran kota..
melompat dan menari, tapi kamu masih tertinggal di belakang..
sampai saat saya duduk di sebuah meja kayu hangat, di sebuah atap cokelat tua gelap..
membangungkan hangat di diri..
tapi masih tidak bisa saya singkirkan gagap diri..
dia..
setelah hari itu dan selanjutnya..
saya pikir kita sama, tapi nyata, kamu berbeda, mungkin..
dia..
saat saya kembali, tidak satu pun yang terdengar di telinga saya tentang kamu
saya coba berharap dan menunggu..
dan saya pikir..
"bintang pun tak bisa kamu lihat dengan jelas, bagaimana saya?"
dia..
saat ini..
saya coba berhenti sejenak, bukan untuk melupakan..
tapi mencoba untuk menerima..
dia..
kamu jauh dari pandangan
tapi kamu seperti angin..
tak terlihat, tapi bisa saya rasakan..
dia..
pertemuan itu singkat, tapi membekas..
kamu tahu?
tidak perlu alasan untuk mencintai setiap jiwa..

hey world! my name's Deby :D

Hey nama saya Deby Valentyani, saya suka nulis, tapi saya ga bisa nulis. hahahahhaha kasian yaa. Saya juga suka masak dan menari. Masakan saya dijamin ga enak hahahahha. Dulu waktu SMA, saya ikutan dance sekolah lohh, walaupun saya ga bisa nari tapi saya tetep pedee yang penting aseekkkk haahaahhaaha (cuma ngeramein acara pensi aja), weits saya juga suka gambarrr, hahahah tapi gambar saya gak bagus, kalo nanya sama semua temen-temen saya, gambar apa yang sering saya buat, pasti mereka akan kompak jawab "POHON" ahhahahah.

Banyakkk banget yang kurang dari diri saya, tapi saya bangga sama diri sendiri :) yessss. Suatu saat saya pengen jadi penulis, penulis yang bisa menulis buat dunia wow!!! Saya pengen keliling dunia, lihat keragaman budaya di tiap negara wow pasti asiiiikkk. Saya suka pohon, hujan, rumput, bola air, perahu kecil yayayaya lucunyaaaa.
Hmm saya suka jalan sendiri buat ngilangin penat diotak saya, itu terapi buat saya dan seorang sahabat hhi. :D

aku..
aku adalah kata yang paling bermakna
aku..
aku adalah kumpulan warna seindah pelangi
aku..
aku adalah cahaya yang mampu lebih terang dari pada
bintang dan bulan, karena aku adalah matahari
aku..
aku lebih indah dari hujan yang membasahi dunia setelah kemarau panjang
aku..
aku lebih besar dari sebatang pohon di hutan belantara
aku..
aku lebih kuat dari batu karang yang dihempas ombak
karena..
karena aku adalah diriku sendiri..

 

Blog Template by YummyLolly.com