Malam itu, seperti biasa aku duduk di dekat jendela kamarku. Memandang ke atas dan berkata ini adalah duniaku. Bulan dan bintang layaknya hiasan yang melengkapi langit malam itu. angin meniup helaian rambutku, seperti nafas seorang adam. Aku selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada alam.
***
Perlahan ku tutup jendela kamar, tapi masih bisa kudengar malaikat melantukan puisi, segelas canda tumpah ruah malam itu diantara mereka, seolah mengejek ku dan berkata " hey gadis! terlalu cepat kau menutup jendela mu malam ini". Aku pun hanya tersenyum. Kemudian aku beralih, berjalan menuju dapur, membuat secangkir teh hangat, menyeruputnya adalah bius dosis tinggi yang menyempurnakan hal-hal indah malam itu, membebaskan pikiran ku dari penat. Aku mulai beranjak ke kamar lagi, duduk dan terdiam. Ku pandangi sebuah komputer di depan ku, segera saja aku nyalakan benda itu. Dengan cepat komputer itu sudah siap untuk dimainkan, lalu aku langsung membuka sebuah situs jejaring sosial dan segera mengketik email dan paswordku. Banyak pesan yang aku terima dan beberapa komentar foto yang sehari sebelumnya sudah ku upload. Aku buka satu per satu, membacanya membuatku tersenyum, kadang tertawa geli. Sampai akhirnya aku selesai membaca semuannya. ku buka sebuah aplikasi percakapan yang ada di situs tersebut, kemudian mencari teman-temanku, berharap diantaranya ada yg online. Yess!kutemukan beberapa nama yang sama dengan nama temanku kira-kira ada 3 orang, dan yang satunya kuyakini dia adalah temanku ABBY HARYONO, kebetulan kemarin aku baru bertemu dengan dia dan teman-teman ku yang lain, dan segera kutagih beberapa jepretan foto kami yg ada di kameranya, "abie, tag foto yang kemarin ya,cepetan!sekarang juga!". Tidak lama kemudian dia membalas pesan ku, "foto?hah?" dia pun menjawab. Aku heran sekali, bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia begitu heran ketika ku tanya soal foto, kemudian aku berfikir, dan TENGGGGGGGGGGGGG mata ku melihat jelas kepada sebuah nama yang TADINYA aku yakini dia adah ABBY HARYONO, ternyata dia adalah ABBY KAMIL dan artinya aku salah orang. Saat itu aku merasakan ada yang menghantam muka ku, MALU itu pasti, sebuah kata hampa tapi nyata. MALU, definisi: sebuah ekspresi bodoh, terlihat tolol, diikuti perasaan seperti beku! Seorang peri datang ke dalam pikiran ku, seraya mengejek ku dan berkata "Berdoalah kamu semoga saat ini, ada meteor jatuh dari langit menimpa kepala mu,berharaplah saat itu kamu pingsan dan saat tersadar kamu lupa telah terjadi apa tadi hihihi."Segera saja aku meminta maaf kepada orang yang bernama ABBY KAMIL itu.
"maaf ya, nampaknya saya salah orang. sekali lagi maaf" muka ku masih memerah,
"oh gak apa-apa. saya juga suka begitu" dia menjawabnya dengan ramah
"sekali lagi maaf, silahkan lanjutkan kembali percakapannya, maaf sudah mengganggu" sekali lagi aku minta maaf dan menghentikan percakapan dengannya.
Di luar dugaan, dia malah melanjutkan percakapan nya dengan ku, tanpa sadar kami larut dalam obrolan dan canda, itulah kali pertama aku kenal dengannya ABBY KAMIL.aku hanya bisa meyulam cerita dengan kebahagiaan dan mungkin dengan air mata.Sulaman yang dirajut menjadi kisah, bukan milik siapapun.Karena ini awal dan tak tahu apakah akan menjadi akhir, jadi ini milik ku.
"maaf ya, nampaknya saya salah orang. sekali lagi maaf" muka ku masih memerah,
"oh gak apa-apa. saya juga suka begitu" dia menjawabnya dengan ramah
"sekali lagi maaf, silahkan lanjutkan kembali percakapannya, maaf sudah mengganggu" sekali lagi aku minta maaf dan menghentikan percakapan dengannya.
Di luar dugaan, dia malah melanjutkan percakapan nya dengan ku, tanpa sadar kami larut dalam obrolan dan canda, itulah kali pertama aku kenal dengannya ABBY KAMIL.aku hanya bisa meyulam cerita dengan kebahagiaan dan mungkin dengan air mata.Sulaman yang dirajut menjadi kisah, bukan milik siapapun.Karena ini awal dan tak tahu apakah akan menjadi akhir, jadi ini milik ku.
***
Sore ini hujan turun cukup deras, aku suka hujan, aku suka wangi tanah basah. malaikat berkumpul
dan menari- nari,mengajari ketukan tarian indah sekali. Sebait senyum terlantun di bibirku.
aku duduk di jendela menghitung satu per satu hujan yang jatuh ke tanah. Malam pun datang menjemput. Sorak sorai bergembira jangkrik-jangkrik menuntun malam hingga redanya hujan.
seperti biasa aku duduk di depan komputer, ditemani secangkir teh hangat, dan sebungkus biskuit
dengan semboyan "berapa lapis? hmm ratusan" sambil mendengarkan william fitzsimmons bernyani. Aku buka kembali situs jejaring sosial tersebut, seperti biasa aku membaca semua pesan lalu kemudian aku membalasnya satu persatu. setelah itu membuka, aplikasi percakapan dalam situs tersebut. Hmmm sayangnya tidak seorang pun temanku yang online saat ini, tapi pria yang kemarin salah ku sapa ada disitu.cepat-cepat ku sapa saja dia
"hey"
"hey juga, ga salah orang lagi kan?" dia menjawab setengah menggoda
"Hahahahahahahaha, nggak lah. Saya cuma mau minta maaf lagi sama kamu, soalnya saya masih gak enak sama kejadian kemarin." muka ku memerah setengah malu,
"udah ah jangan minta maaf terus, saya juga pernah salah orang. malah lebih parah..." kemudian dia
melanjutkan ceritanya.aku dan dia banyak bertukar cerita. Sesekali aku tertawa geli melihat apa yang dia tulis. Lucunya banyak sekali kesamaan dalam diriku dengan dia,sayangnya dia tidak suka Disambiguasi angota dari Genus Capsicum. Dia takut sekali dengan Bronchocela jubata Duméril & Bibron ahhaahahha, lebih baik dia bertemu dengan familia leporidaen. Aku berfikir "bagian mana yang membuat dia takut dari binatang-binatang nan lucu itu?".
Dia. disaat dunia terlelap. Disaat aku terjaga oleh kata berbalut canda. Aku lihat dia ada di balik layar. Entah apa, mungkin hanya fatamorgana. Dia seperti hujan di kota pasir, hangat..
Dia melukis dengan warna langit dan arang. Dia bernyanyi tanpa harus suara. Dia membuat ku
berjalan tanpa harus berlari, karena dia tau, aku berlari buka untuk mengejar,
tapi untuk terlepas. dia bilang "saya adalah Annona muricata"...
"kita sama saya pastikan, atau kah dia berbeda, barangkali..."
Menurut ku dia itu unik, aneh, tapi membuat orang penasaran dan bertanya "sehabis ini dia cerita apa ya???". Dia menganggap dirinya seperti Albert Finney aka Ed Bloom, bukan Albertnya
tapi Ed Bloomnya. Bukan berarti dia suka Ed Bloom. Mungkin lebih tepatnya jadi apakah Ed Bloom setelah nanti. itulah dia. Pusing memang, tapi kadang semuanya bisa jadi teka-teki yang mengasyikan. Hampir setiap malam, aku selalu bertemu dia di dunia maya,bertukar cerita, tetawa dan bercanda. sampai aku bertanya dalam hati "tuhan, sebenarnya mahluk apakah yang kau kirim untuk ku?", aku terbawa masuk ke dunianya, ramai sekali. Hampir setiap malam kegitan ku berulang sama seperti ini. Tapi kadang dia tidak terlihat di dunia maya, seperti gumpalan jiwa yang sedang resah, tak menghadirkan jawab apapun di hati.Aku berbisik kedalam hati "cukup kali ini saja, setelah sore yang abu-abu itu hilang, aku akan lupa, jauh disela hati terkecil, aku janji!". tapi kenyataannya dia seperti hujan yang hangat, melintasi mata yang tiba-tiba berkaca-kaca yang entah hujan ataukah airmata. atau seperti angin yang sejuk, angin yang meniupku atukah meniup orang lain juga? Sampai dia kembali di balik layar, dia masih menjadi misteri. Saat kusadari, semua masih rahasia, bukan rahasia ku, dan bukan juga rahasianya juga. tapi rahasia kehidupan. Menarilah kata dalam balutan puisi, hingga, kutemukan ada detak kenyamanan pada dirinya.
Sang pohon pun akhiri semua catatan, dalam tulisan kabur di baca hujan.
Mungkin ini cuma catatan, atau ini kisah??? Catatan hari yang kabur di halaman kehidupanku.
Sulit rasanya kugapai. Sama seperti kataku sebelumnya, aku tidak akan pernah tahu
Apakah ini awal, ataukah akan menjadi akhir..
tuhan diantara semua kesedihanku, kau selipkan juga kebahagiaan, kau hadirkan seseorang yang memberiku alasan untuk tersenyum hari ini. apa yang lebih berarti dari pada tawa kalau bukan senyuman kan Tuhan? Seperti gerimis yang lebih menyenangkan dari pada hujan, seperti berjalan yang lebih membuat ku tenang dari pada berlari dan gelap yang membuatku lebih aman dari terang...

0 comments:
Posting Komentar