Selasa, 01 September 2009

Luka 17 September 2009

Menatap jauh, pada gelepak aspal jalanan kota..
Merasakan bekas luka, sehari sebelum hari ini..
Aku pun mulai berjalan menyusuri kota disepanjang malam yang hujan
menanti pagi hingga matahari mampu menghangatkan dunia.
Saat mereka berlarian,
seperti ombak yang berkejar-kejaran,
Aku masih mampu berjalan di guyur hujan bulan September.
di iringinya suara ramai..
di iringi gemercik rintik hujan..
hingga tampak mampu meredakan tangisku..
Nyataku berjalan, tapi mayaku berlari dan bersembunyi.


Rangkaian kata ini hanya sebuah naskah..
tanpa irama..
tanpa tarian.
Sepertiku yang pernah menunggunya..
tanpa harapan..
Akhirnya semua tiba pada waktunya...
tanpa harus berkata..
Kita berakhir, sebelum dimulai...

0 comments:

Posting Komentar

Selasa, 01 September 2009

Luka 17 September 2009

Menatap jauh, pada gelepak aspal jalanan kota..
Merasakan bekas luka, sehari sebelum hari ini..
Aku pun mulai berjalan menyusuri kota disepanjang malam yang hujan
menanti pagi hingga matahari mampu menghangatkan dunia.
Saat mereka berlarian,
seperti ombak yang berkejar-kejaran,
Aku masih mampu berjalan di guyur hujan bulan September.
di iringinya suara ramai..
di iringi gemercik rintik hujan..
hingga tampak mampu meredakan tangisku..
Nyataku berjalan, tapi mayaku berlari dan bersembunyi.


Rangkaian kata ini hanya sebuah naskah..
tanpa irama..
tanpa tarian.
Sepertiku yang pernah menunggunya..
tanpa harapan..
Akhirnya semua tiba pada waktunya...
tanpa harus berkata..
Kita berakhir, sebelum dimulai...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com